Sunday, September 29, 2013

Puisi indah untuk arwah Abah....


Puisi indah untuk arwah abah

Abah....
Disaat anak-anakmu dilahirkan daripada kandungan ibu selama 9bulan,
Dan...
Disaat kami dikejutkan oleh syaitan sehingga membuatkan kami menangis tidak terhenti....
Kau terus menghampiri melaungkan azan lagu terindah buatku,
Sehinggalah tangisan terhenti terdengar suaramu yang merdu..
Cukup indah sekali....
Ketika aku mulai untuk belajar merangkak,bertatih dan terus berjalan,
Kau tidak jemu mencari rezeki untuk keperluan harian
Buat anak-anakmu....
Belum pernah kami melihat kau mengeluh kesah mencari rezeki...
Tetapi senyuman yang terukir diwajahmu...
abah memang seorang yang tabah dan
Abah...
Walaupun diriku tidak bersedia menerima kehilanganmu,
Ketahuilah abah...
Aku  redha dengan pemergianmu....
Aku  mengerti Tuhan lebih menyayangimu...
Teringat ketika kau dibawa pulang kerumah...dengan balutan kain putih menutup seluruh tubuh kujurmu...
Diangkat dengan cukup perlahan diletakkan keruangan tamu untuk dibacakan Yassin..
Setitik air mataku jatuh kebumi..
Aku tahu itu abah...tapi hatiku masih tetap mempersoalkan
Betulke abah dihadapanku yang telah dibalut dengan kain putih?
Betulke abah tidak bernyawa lagi?
Betulke aku tiada abah lagi?
Ditahan jua air mata ni terus jatuh....dan...
Ditika abah dibawa pergi kekubur..
Terasa berat untukku mengerti..ibu menangis...
Kucium pipi abah terasa sejuk meresap kalbu..
Kaku tidak bergerak lagi...
Dahulu ku cium pipi abah terasa hangat dan abah akan menangis..
Tetapi kini tidak lagi...
Pipi abah sejuk menandakan abah akan bertemu dengan Ilahi
Tidakku dapat menahan air mata ini
Biarlah ia mengalir untuk seketika waktu...
Ya Allah....
Walaupun abah sudah tiada disisi....dan
Tidak boleh mengwalikan lagi diriku disaat aku diijabkabulkan nanti,
Aku memohon pada diriMu..
Tabahkanlah hatiku ditika itu...
Kuatkanlah imanku disaat itu..
Hentikanlah titisan airmataku...
dan Abah...
Sungguh aku sangat merinduimu....terlalu...
Aku rindu memelukmu.....
Bergurau –senda, menyalami tanganmu meminta restu...
Masa yang terlalu singkat untuk kehilangan doamu...
Satu2nya doa Abah yang diangkat Malaikat terus kelangit...
Satu2nya doa yang telah aku kehilangan dan hanya tinggal doa seorang ibu...
Dan doa ini tidak akan aku sia2kan...
Ku percaya abah akan tenang disana...
Doa anak2mu tidak akan putus....
Semoga abah ditempatkan dikalangan orang2 yang soleh&solehah dan
Semoga abah tenang tidur disana...



p/s : puisi ini sudah lama dalam simpanan akma...terasa rindu mengingatkan akma kepada abah yang sudah tiada...dan puisi ini juga untuk tatapan readers blog ini berkongsi apa yang akma rasekan....

dan sengaja untuk akma kongsikan sebab akma nak puisi ini tersimpan dalam memory blog nie ...mohon dibenarkan...hehe^o^


1 comment:

Anonymous said...

abah!! memang takda yang dapt ganti..menangis bace ni